Tuesday, February 15, 2011

Aku Tak Menuntutmu Untuk Tersenyum

Hal yang terindah ketika kau tatap aku
Dengan kehancuran air matamu
Tersandar dibahuku
Kau bisikkan ditelingaku
Tangisan indahmu

Lirih suaramu
Terbawa alur nada udara
Tak menentu mengarah ke hati ini

Mulai dari bongkahan tawa
Sampai serpihan luka
Kau bilang yang ku beri
Terdengar kau ucap semua padaku

Aku tak menuntutmu untuk tersenyum
Tapi menangislah disisiku
Aku akan menangis bersamamu
Tangis bahagia bersama sampai lepas diudara
Terimakasih cinta lukaku

Jakarta, 9 Februari 2011
Ahmad Rizki

No comments:

Post a Comment

< > Home
posudara © , All Rights Reserved. DESIGN BY Sadaf F K.