Dengan kehancuran air matamu
Tersandar dibahuku
Kau bisikkan ditelingaku
Tangisan indahmu
Lirih suaramu
Terbawa alur nada udara
Tak menentu mengarah ke hati ini
Mulai dari bongkahan tawa
Sampai serpihan luka
Kau bilang yang ku beri
Terdengar kau ucap semua padaku
Aku tak menuntutmu untuk tersenyum
Tapi menangislah disisiku
Aku akan menangis bersamamu
Tangis bahagia bersama sampai lepas diudara
Terimakasih cinta lukaku
Jakarta, 9 Februari 2011
Ahmad Rizki
No comments:
Post a Comment