Dermaga ini penuh kapal
Yang bertahun pun tak merindu ombak
Layak tidaknya disebut mampu
Jatuh lalu bangun, diterpa suap-suap paradigma
Menenun kerut gelisah pada dahi
Disontak sampai jauh nadinya
Kekal lah sudah putus asa
**
Pelik yang memeluk batang ego
Keram, kering sebagian selaput mimpi
Diurainya sebagai hidangan penutup
Yang bahkan tak tersentuh angin
Hidup melulu
Redup melulu
Jakarta, 7 Mei 2015
No comments:
Post a Comment