Akan kusampaikan surat ini untuk Tuhan
Supaya Dia tau apa yang kami rasakan
Dan agar Dia mengerti apa yang kami ucapkan
Tuhan pasti tau siapa kami
Kami bukan si pembuat skenario
Melainkan kami yang memainkannya
Peran-peran yang dipercayakan oleh Tuhan
Untuk kami
Detakkan jantung ini melemah
Aliran darah ini lelah untuk mengalir
Alam pun tak lagi berteman
Kami tau kami yang memulai
Dari semua kekeliruan ini
Maafkan kami Tuhan
Jakarta, 7 Januari 2011
Ahmad Rizki
No comments:
Post a Comment