Mungkin karena melati tak lagi member senyuman
Arah mata angin yang tak beraturan
Mengiringi kepergian sang melati
Apa ada yang tau kapan bumi berhenti?
Dan membawanya kembali padaku
Tak usah kau ceritakan padaku
Aku sudah cukup lelah dengan kertas putih ini
Pantulan itu tak lagi bersinar
Mulai redup dan tak berwarna
Ini phobia kecil
Tak ada lagi yang kurasakan
Saat pantulan lain mendekati dan menghalangi
Jakarta, 3 Januari 2011
Ahmad Rizki
No comments:
Post a Comment