Wednesday, November 30, 2011

Dasar Menyebalkan!

Lirih dingin menyapa
Dimana udara?
Wanita itu tertawa
Aku? Disantap duka

Terus menertawai raga
Siapa?
Dia itu perawalan sebuah kata cinta
Aku kan manusia

Kita menyatu, bercumbu
Saling peluk terbagi waktu
Menembus rindu sela sendu
Rindu ini aku

Kami membagi hujan
Di sela jarinya kutitipkan impian
Oh, Tuhan!
Aku lupa masih banyak yang harus kulakukan

Terkadang aku malas menghadap depan
Kurung kurawal harusnya tak usah dipentingkan
Bagaimana bisa, Tuhan?
Aku mencintai dia, sosok menyebalkan

Sesaat aku jadi penyair, Kahlil Gibran tertawa
Aku tidak setia, Romeo pun menghina
Disaat aku membagi jiwa, lalu ragaku dimana?
Tuhan, jangan diam saja

Disaat mencoba jadi biasa, aku sosok berlebihan
Disaat matanya mulai menyakitkan
Dan suaranya perlahan mematikan
Aku merindukannya, pelan

(ditulis ketika bernafas di kantor, mengingat dia. tertawalah.)

No comments:

Post a Comment

< > Home
posudara © , All Rights Reserved. DESIGN BY Sadaf F K.