tak ada gunanya bersembunyi,
kau tetap yang paling bersuara.
telah tumbuh di dadaku,
cemara yang tak mengenal musim
terlihat burung enggan menetap
pun menatap
kau adalah hujan darah
membuat cemara itu tetap tumbuh
walau tanpa dedaun
dan aku tetap pelamun
"bukan bakatku untuk melupakan, aku terlahir untuk mengenang"
jakarta. 2013
No comments:
Post a Comment