Aku tenggelam, jauh di dalam matamu
Aku bersembunyi, di belakangmu
Sedekat apapun, aku adalah jarak terjauh bagimu
Tempat tergelap bagimu
Dan sungai di matamu, tempat aku mengapung; hingga entah
Sekadar mencari jawaban yang memang tidak pernah ada.
Aku terus mengadu nasib, kau tolak atau kau abaikan
Adalah keegoisan bagiku untuk tetap memaksa
Namun, mendoakanmu
Adalah bunga yang harus terus kusirami
Agar kelak, kau adalah bunga yang paling cantik. Lalu banyak mata yang menatap, dan aku yang tetap meratap.
Aku siap hancur, sebagai batu yang ditetesi air mataku sendiri.
Tak akan kuulangi.
Kau hanya sebatas mimpi, aku siap dibangunkan oleh kesendirianku yang semakin hari semakin mengharukan.
Jadilah apapun yang kau mau, aku mencintai kebodohanku untuk mengagumimu.
Jakarta. 03032014. 01:31 AM
No comments:
Post a Comment