Monday, May 11, 2015

Di Pagi yang Lain

ada petir di kota ini, kilatnya tak tentu arah
ratusan yang lalu lalang, sepagi ini
kepul asap tak kenal siapa yang di belakang
dibungkusnya kaki-kaki yang lelah

ada kabut di kota ini, mereka buta sejadi-jadinya
memandang hari mulai dari sekarang
takut besok mati kelaparan
sampai lupa mana lawan pun kawan

ada tuhan di kota ini, di senyum yang mencoba tabah
yang di pangkalan sampai pikulan
getir sehari dibayar sehari
sampai pedihnya disimpan, di pagi yang lain



11 Mei 2015

No comments:

Post a Comment

< > Home
posudara © , All Rights Reserved. DESIGN BY Sadaf F K.