ada petir di kota ini, kilatnya tak tentu arah
ratusan yang lalu lalang, sepagi ini
kepul asap tak kenal siapa yang di belakang
dibungkusnya kaki-kaki yang lelah
ada kabut di kota ini, mereka buta sejadi-jadinya
memandang hari mulai dari sekarang
takut besok mati kelaparan
sampai lupa mana lawan pun kawan
ada tuhan di kota ini, di senyum yang mencoba tabah
yang di pangkalan sampai pikulan
getir sehari dibayar sehari
sampai pedihnya disimpan, di pagi yang lain
11 Mei 2015
Monday, May 11, 2015
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment