Tuesday, July 21, 2015

Sebagai Lelaki yang Melulu Pilu

aku merasa terlambat memahami dunia, sejak aku merasa terhambat memahami rumitnya dunia di dalam matamu
potongan-potongan senyum dan sedih yang kamu simpan dalam diam, tidak pernah sedikitpun kumimpikan dalam kepala masa kecilku
waktu seolah tidak pernah melintasi tubuhku
bertemu kamu, adalah pemecah pikiranku tentang waktu

aku pikir, tuhan sudah menyiapkan bagian-bagian bahagia untukku jauh sebelum dunia ini diciptakan
atau aku diciptakan, jauh sebelum tuhan memilih bahagia mana yang perlu ia ciptakan
atau aku terlalu naif untuk berpikir

kamu memiliki senyum yang bisa membuat siapapun jatuh cinta
tapi aku memilih untuk tidak sengaja dalam memilihmu
atau, dalam diam, takdir menyempatkan dirinya hadir di setiap kecerobohanku menjalani hidup
dan sampai saat ini, percayalah, aku tidak pernah percaya perihal keberuntungan

selama beratus-ratus malam, aku tidak pernah berhenti membuatmu masuk ke dalam hidupku, pun sebaliknya
aku mencoba memahami masa lalumu, seperti aku mencoba memahami kesedihan yang sudah mulai menjemputku untuk masa depanku
kini, kamu tidak perlu lagi merawat kesedihan dan sesak dalam jiwamu sendirian, aku minta hampir separuh untuk kunikmati bersamamu

pemikiran, bagiku, adalah hal yang harus diwaspadai
sebab, lengannya yang mampu mengajakmu ke mana saja, membuatmu mampus dicabik pilunya kesedihan yang kamu buat sendiri
aku perih disakiti diriku sendiri

di hari selasa, bulan syawal, dua ribu lima belas masehi.

No comments:

Post a Comment

< > Home
posudara © , All Rights Reserved. DESIGN BY Sadaf F K.