aku tahu
hidup mengenal takdir
mata mengenal kantuk
bibir mengenal cium
hujan mengenal mendung
langkah mengenal lelah
dan luka mengenal pemiliknya
aku tahu
segalanya bisa berubah
mengeluh pada apa
padahal seperti seharusnya
pada kemarau
di tahun kepergianmu
aku mulai mengerti
tubuhku lahir dari rahim puisi yang perih.
No comments:
Post a Comment