Tidak ada yang bisa benar-benar memilih
Sebagai putih yang cantik
Atau hitam yang elegan
Manusia maha kadang-kadang
Memang selalu ada tepian
Dari setiap pertimbangan
Untuk sekadar berpikir "besok makan apa?"
Bahkan sampai kepada "saya akan masuk neraka melalui pintu apa?"
Saya mengenalmu tak begitu dalam
Tapi saya menempatkanmu begitu dalam
Jangan pernah berubah, kawan
Cukup singgah di tempat yang buruk lalu membuang sisa yang pahit
Tidak untuk berlama menjadi seperti musuh tuhan
Kembalilah seperti semestinya
Seperti seseorang yang pernah membangunkan diri saya dalam ketertiduran
Seperti seseorang yang selalu bersemangat dalam berselisih tentang apapun
Saya menyayangkan perubahanmu
No comments:
Post a Comment