di balik pintu ini aku menyimpan
banyak gurau yang tertahan di kerongkongan
kurelakan masa mudaku ditarik awan
yang tiap detiknya menjerit tak keruan
perut-perut cerpelai yang haus denging
yang akupun tak pernah bernyanyi dengan nyaring
tak perlu tahu siapa yang asing
perihal kenyang adalah not paling penting
tuhan punya aturan, tapi ini dunia yang pelik
kamu tak pernah mampu menarik
apa yang telingamu sempat dengar sangat berisik
mereka yang bersua senang atau berhasrat mencabik
sempat aku berusaha pulih
dari getir yang aku pilih
tapi mereka tak mengerti perih
yang kita telan dengan teramat sahih
pada akhirnya
kita lelah dan hanya mampu menelan ludah.
Jakarta Utara, 7 Mei 2015
No comments:
Post a Comment