terhitung beberapa waktu belakangan ini, pikiran saya sedang kalut, kalut kepada apapun, apapun yang membuat saya selalu berpikir, termasuk apa yang ada di tubuh saya; pun pikiran.
**
sebenar-benarnya saya adalah yang sedang diam dan berpikir. bukan yang lincah dan gemar bercanda. iya, ini sedikit bocoran.
**
saya sempat berpikir kenapa saya dilahirkan, toh ada tidaknya saya, ricuhnya Israel dan Palestina tetap berjalan.
iya, itu pemikiran tolol seseorang yang sedang sedih di kepala saya.
**
sebagai muslim, saya memang tidak selalu menjalankan shalat. memang, saya bajingan yang beruntung hidup. walau sebenarnya saya tidak percaya yang namanya beruntung. tapi dalam kepala saya, saya selalu memiliki niat memperbaiki diri dan agama.
**
begini...
saya melakukan berbagai dosa,
lalu menyembah Tuhan dan memohon ampun, dan meminta segalanya berjalan seperti seharusnya,
lalu melakukan dosa lainnya; disengaja ataupun tidak,
kemudian melakukan ritual penyembahan, sekadar bertemu Tuhan, berbagi secangkir kopi, dan memohon maaf sebelum segalanya usai,
lalu esoknya, berbuat dosa lainnya--yang lainnya lagi, atau mungkin dosa yang sama.
kemudian tersadar atau sengaja sadar, dan memohon ampun, lagi.
begitu...
**
sampai pada titik di mana keadaan membuat saya berbicara kepada seseorang di dalam kepala, "tidakkah kita mempermainkan Tuhan?"
Monday, August 19, 2013
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Ini bukan sekadar "balas dendam" karena ada anggapan bahwa "Tuhan mempermainkan hidupmu"?
ReplyDeletemungkin lebih tepatnya, 'Tuhan memainkan kita' bukan 'mempermainkan' kita. /:)
Delete